1.1.11

Banyak Sumberdaya Ekonomi dikelola Asing, Pengelolaan Sampah tidak perlu (lagi) Teknologi Impor

Mekanisasi, menggantikan bedeng dengan rotary kiln pada pengolahan sampah di kota, adalah keniscayaan bagi kepentingan mewujudkan pengelolaan sampah yang berbasis kepada kekuatan masyarakat (komunitas) lokal untuk mandiri. Masa depan pengelolaan sampah kota, bukan lagi suatu biaya jasa, teknologi dan pembelian alat mesin yang harus kita bayar kepada korporasi asing (impor), yang akhirnya, kemudian, jadi beban masyarakat. Sampah, bagi masa depan kita, adalah sumber daya baru bagi upaya menumbuhkan ekonomi lokal, setelah sumberdaya alam dan sumberdaya ekonomi lainnya, karena kekuatan liberalisasi, ketidakarifan dan kepentingan pemerintahan berwenang maupun kelalaian kita semua, kini banyak dikuasai korporasi asing. 

Memang benar, mekanisasi penggunaan Rotary Kiln pada pengomposan akan membutuhkan tambahan investasi mesin. Namun, dibanding dengan cara tradisional atau bedeng terbuka (open windrows), pengolahan modern pada skala komunal ini masih memberi kelayakan ekonomi. Bahkan, output berupa pupuk padat dan pupuk cair, yang asalnya sebagai polutan (lindi), kini menjadi material baru, secara nyata (signifikan) memberikan keuntungan ekonomi. Kelayakan sosial juga meningkat, memberi manfaat kepada warga sekitar serta,
dengan mekanisasi penuh, bebas dari timbulan bau busuk serta cairan lindi, kelayakan lingkungan juga terpenuhi. Mekanisasi sepenuhnya, berupa penambahan mesin rotary kiln, disamping mesin pencacah dan pengayak pada model bedeng terbuka (open windrows), dalam pengomposan skala suatu instalasi berkapasitas melayani timbulan sampah dari setiap 1000 orang, diharapkan lahir sebagai jawaban atas makin sulitnya pengelolaan sampah secara tersentralisasi, seperti model pembuangan sampah ke TPA selama ini.

Penempatan 5 unit rotary kiln, menjadi instalasi pengelolaan sampah di kota, di berbagai lokasi timbulnya sampah dari kawasan komersial (perumahan, apartemen, mall, restoran, hotel, pabrik dan kawasan industri) maupun kawasan sosial (komplek pendidikan, rumah sakit), berarti turut menunjang bagi upaya mengembalikan bahan organik ke pertanian. Dengan merobah sampah organik disajikan dalam bentuk pupuk organik (kompos), akan diterima kalangan petani, untuk kemudian mereka memberikan hasil pertanian sebagai bahan pangan dan produk sehat bagi orang kota. Instalasi pengolahan sampah, dengan mekanisasi sepenuhnya berada di sekitar sumber timbulnya sampah perkotaan, akan berfungsi dalam turut membangun model pengelolaan sampah mendukung pada terwujudnya pertanian secara berkelanjutan*)

Posko Hijau ( Kelola Sampah Berbasis Komunitas): Mekanisasi, penggantian Bedeng dengan Rotary Kiln, pada Pengolahan Sampah di Kota

No comments:

Post a Comment

Referensi Bacaan Sonson Garsoni Marketing Network

Video Sonson Garsoni Marketing Network

Loading...

Video Sonson Garsoni Marketing Network

Loading...
There was an error in this gadget

Diskusi Marketing Network

Sonson Garsoni Line Of Business

Sonson Garsoni Line Of Business
Sonson Garsoni, pada awalnya mendirikan jasa konsultansi manajemen, pertanian, lingkungan dan pemasaran, tahun 1985 di kota Bogor Indonesia. Disamping menjalankan layanan tersebut, lebih dari 15 tahun terakhir, melakukan penelitian aksi (action research) berupa kegiatan penguatan dan pendampingan usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi (UMKM). Mentrasfer informasi (Standar Produk, Cara Produksi, Trend Permintaan Pasar, Kemasan Produk) serta pendampingan usaha - dalam menguatkan kinerja pemasaran para Usahawan. Kapasitas pribadinya dalam penguasaan bisnis antara lain hasil olahan (makanan kecil), pupuk majemuk, pupuk tablet, komposter pengolah sampah organik, pupuk organik kompos, herbal - tanaman berkhasiat dan hasil pertanian sehat bebas kimia (BerSeka) lainnya seperti beras, teh hijau (Green Tea), kopi dan sejenisnya.

Dipercaya dalam Working Group on Agriculture (WGA) Indonesia - Belanda

Dipercaya dalam Working Group on Agriculture (WGA) Indonesia - Belanda
Kerjasama bilateral Indonesia dan Belanda mengikutsertakan Sonson Garsoni dari komunitas pengusaha pertanian, bersama Menteri Pertanian RI, mengikuti berbagai pertemuan merumuskan program bersama yang saling meguntungkan.

Mendapat Penghargaan Negara

Mendapat Penghargaan Negara
Penghargaan negara berupa Dharma Karya Kencana

Sonson Garsoni dan HKTI Nasional

Sonson Garsoni dan HKTI Nasional
Menjalin hubungan baik dengan Ir Siswono, Ketua Umum HKTI

Cari

Loading...