11.4.08

Kiat Belanja Online Di Internet

Cara Pintar Belanja "Online"

SAAT ini, asal memiliki sambungan internet, kita bisa memesan makanan, baju hingga mobil mewah, hanya dengan meng-klik situs yang dikehendaki tanpa beranjak dari kursi. Namun kelemahannya, calon pembeli tidak bisa melihat langsung barang/jasanya, sehingga bisa menimbulkan keraguan. Ingat-ingat saja pemeo, "On the Internet, no one knows you’re a dog". Maka, daripada kena kibul, lebih baik kawan-kawan Kampus baca dulu tips berikut ini agar bisa berbelanja online dengan aman dan nyaman.

1. Perhatikan aturan yang ada. Jangan terlewat membaca aturan, supaya tidak perlu bertanya-tanya lagi dan penjual juga tidak perlu menjelaskan hal mendasar berulang-ulang.
2. Foto bisa menipu. Saat melihat bagusnya barang-barang yang dijual, bisa saja kita langsung kalap belanja. Ingat, foto belum tentu sama dengan aslinya. Klik gambar, perhatikan dengan saksama, dan temukan sesuatu untuk ditanya. Jangan oke dulu sebelum yakin.
3. Tanya sedetail mungkin. Kita berhak bertanya mengenai barang yang ingin dibeli, dan seorang penjual yang baik pasti akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjawab setiap pertanyaan calon pembeli dengan sejelas-jelasnya. Walaupun secara online, kita seharusnya tetap bisa menganalisis karakter penjual. Seberapa responsifkah ia dalam menjawab setiap pertanyaan, baik melalui e-mail, YM, SMS, dan lain-lain? Kalau menjawabnya lama dan tidak ramah, mending lupakan saja.
4. Lakukan "riset". Survei membuktikan kalau survei terlebih dahulu benar-benar dibutuhkan. Jika kita berkunjung ke sebuah situs, lakukan "riset" kecil-kecilan tentang situs itu. Situs yang baik biasanya akan memberi keterangan jelas tentang shopping guide, pemesanan, pembayaran, pengiriman, kemungkinan penukaran & pengembalian barang. Jangan malas membaca, siapa tahu ada testimonial berisi keluhan dari konsumen. Tetapi juga jangan tertipu, sebab ada situs yang terkesan bagus sebab rekomendasi dari beberapa pihak. Periksa saja siapa tahu itu fake blog alias blog palsu yang dibuat untuk menimbulkan karakter tertentu. Selain itu, situs online shop yang baik, tidak akan menyembunyikan identitas pribadi penjualnya. Kalau ada yang tidak beres, tinggalkan saja website itu.
5. Pastikan soal pengembalian barang. Jika ada kerusakan atau barang tidak sesuai, perhatikan apa situs tersebut memberikan jaminan atau tidak. Pastikan sudah merasa yakin tentang barang yang akan kamu pesan sebelum mengisi order form, jika situs ternyata tidak melayani pengembalian atau penukaran barang.
6. Coba ajak bertemu. Jika kita berada satu kota dengan penjual, namun si penjual menolak untuk bertemu langsung untuk bertransaksi langsung, ada baiknya kita waspada.
7. Pertimbangkan cara pembayaran. Jika pembayaran dilakukan dengan kartu kredit, biasanya kita punya bukti kalau sudah melakukan transaksi, atau jika barang tidak diantar maka bisa menuntut. Tapi karena banyak pencurian nomor kartu kredit, pembayaran dengan sistem seperti PayPal boleh dipertimbangkan.
8. Simpan bukti transaksi. Termasuk deskripsi produk, harga, kuitansi digital, salinan e-mail antara kita dan penjual.
9. Berlangganan pada yang cepat dalam servis dan rajin konfirmasi. Misalnya, ketika uang kita telah ditransfer, kita diberitahu bahwa uang sudah diterima. Jika berada satu kota , penjual bahkan tidak keberatan mengantarkan sendiri ke tujuan. Kalau penjual melakukan itu, sepertinya ia layak menjadi online shop langganan kita.
10. Buat review. Jika ada online shop yang bagus, jangan pelit merekomendasikan pada orang. Jika ada online shop yang buruk, jangan ragu juga untuk memberitahu sebanyak mungkin orang, agar tidak memakan korban lagi. Misalnya, tulis review di blog, bikin surat pembaca di koran, dan sebagainya. ***
dewi irma
kampus_pr@yahoo.com