14.3.13

Melonjaknya Harga Bawang, Gagalnya Sistim Resi Gudang

BANDUNG (bisnis-jabar.com) – Wakil Ketua Umum Kadin Jabar Bidang Pertanian, Kehutanan, dan Peternakan, Sonson Garsoni mengatakan terkereknya harga bawang putih di pasaran terjadi karena kesalahan pemerintah dalam menerapkan kebijakan sistem resi gudang.

Padahal sistem resi gudang di sejumlah negara maju menjadi instrumen penting untuk memberikan jaminan kepada para petani bahwa produk hortikulturanya bisa dijual dipasaran dengan harga tinggi meski tengah over suply.

“Selama ini pemerintah seolah lepas tanggung jawab dengan apa yang telah dilakukannya. Resi gudang sejak 2009 wacananya diberlakukan, tapi sampai saat ini malah diserahkan pada pemerintah daerah. Pusat cukup puas dengan membuat UU setelah itu dilepaskannya,” katanya, kepada Bisnis, Rabu (13/3/2013).

Menurutnya, pengelolaan resi gudang ini sangatlah komplek karena didalamnya tidak hanya urusan pergudangan yang bisa ditangani oleh Bulog, tapi juga masalah forwarding. Dan jangan dilupakan juga insentif bagi petani yang mau menanam bawang.

Dengan kata lain ditegaskannya, masalah melonjaknya harga bawang ini disebabkan karena persoalan struktural atau logistik yang macet.

Disamping itu, pemerintah pun dianggapnya gagal dalam memuluskan proses impor bawang yang disebabkan karena instansi terkait tidak tidak memiliki data neraca petani bawang dan kebutuhan dan suplai secara nasional.
“Parahnya, ketika keran impor dibuka yang ada para importir malah dipersulit dan urusannya berbelit-belit. Dan ini menjadi masalah klasik yang terjadi di negeri kita,” ujarnya.(K6/ija)

Naskah asli,
http://www.bisnis-jabar.com/index.php/berita/harga-bawang-melonjaknya-harga-karena-kegagalan-resi-gudang?utm_source=front&utm_medium=box&utm_campaign=bisnis_ekonomi

Referensi Bacaan Sonson Garsoni Marketing Network

Video Sonson Garsoni Marketing Network

Loading...

Video Sonson Garsoni Marketing Network

Loading...
There was an error in this gadget

Diskusi Marketing Network

Sonson Garsoni Line Of Business

Sonson Garsoni Line Of Business
Sonson Garsoni, pada awalnya mendirikan jasa konsultansi manajemen, pertanian, lingkungan dan pemasaran, tahun 1985 di kota Bogor Indonesia. Disamping menjalankan layanan tersebut, lebih dari 15 tahun terakhir, melakukan penelitian aksi (action research) berupa kegiatan penguatan dan pendampingan usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi (UMKM). Mentrasfer informasi (Standar Produk, Cara Produksi, Trend Permintaan Pasar, Kemasan Produk) serta pendampingan usaha - dalam menguatkan kinerja pemasaran para Usahawan. Kapasitas pribadinya dalam penguasaan bisnis antara lain hasil olahan (makanan kecil), pupuk majemuk, pupuk tablet, komposter pengolah sampah organik, pupuk organik kompos, herbal - tanaman berkhasiat dan hasil pertanian sehat bebas kimia (BerSeka) lainnya seperti beras, teh hijau (Green Tea), kopi dan sejenisnya.

Dipercaya dalam Working Group on Agriculture (WGA) Indonesia - Belanda

Dipercaya dalam Working Group on Agriculture (WGA) Indonesia - Belanda
Kerjasama bilateral Indonesia dan Belanda mengikutsertakan Sonson Garsoni dari komunitas pengusaha pertanian, bersama Menteri Pertanian RI, mengikuti berbagai pertemuan merumuskan program bersama yang saling meguntungkan.

Mendapat Penghargaan Negara

Mendapat Penghargaan Negara
Penghargaan negara berupa Dharma Karya Kencana

Sonson Garsoni dan HKTI Nasional

Sonson Garsoni dan HKTI Nasional
Menjalin hubungan baik dengan Ir Siswono, Ketua Umum HKTI

Cari

Loading...