31.12.14

Konversi Musnah, Sedekah dan Model Bank Untuk Tuntasnya Masalah Sampah Di Sumber Timbulnya

Pengembangan Konversi Musnah, Sedekah dan Model Bank Dalam Pengelolaan Sampah oleh Posko Hijau dilakukan atas dasar :


1. telah selesainya riset aksi dalam bentuk pembukaan Bank Sampah dan berjalannya metoda BiophoskkoGas berupa Gasifier TPS 3 R di Jl Desa Langonsari Karikil Pameungpeuk Kab. Bandung 
2. dari pengalaman 1 tahun sejak awal didirikan 2014, telah terbukti aneka jenis sampah telah dapat dikonversi menjadi barang baru bernilai ekonomi antara lain: minyak bakar (pengganti minyak tanah kompor, bahan bakar genset dan engine), menjadi lumpur probiotik bagi media tumbuh ikan serta kompos dan pupuk cair, menjadi biogas, energi kalor bagi proses produksi pakan ikan dari bahan sampah hewani
3. telah berjalannya mekanisme Bank Sampah Posko Hijau memberi hasil kepada nasabah penyetor sampah
4. keprihatinan akan masih banyaknya lembaga pendidikan dan rumah ibadah yang memerlukan dana
5. besarnya potensi sampah yang jika mendapatkan perlakuan pemilahan akan menajdi bahan baku bagi daur ulang dan menjadi material bagi berlangsungnya kegiatan ekonomi produktif
Atas dasar fakta tersebut, mulai tahun 2015, Posko Hijau berikhtiar meluaskan metoda BiophoskkoGas bagi berlangsungnya pengelolaan sampah secara berkelanjutan, antara lain melalui :
1. program penerimaan jenis sampah yang ditujukan bagi pendanaan rumah ibadah dan pendidikan
2. program pelatihan operator Bank Sampah serta aneka mesin BiophoskkoGas
3. mengelola mesin dan sarana pengolahan sampah menganggur (idle) yang telah ada dan dimiliki berbagai pihak yang diberikan sebagai wakaf
4 melakukan aksi lanjutan bagi luasnya gerakan shodaqoh sampah dapat dilakukan oleh majlis taklim, lembaga keagamaan dan berbagai pihak yang peduli kepada perbaikan sanitasi lingkungan maupun pengembangan ekonomi masyarakat (*) 
Berikut  FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 47 Tahun 2014 Tentang PENGELOLAAN SAMPAH UNTUK MENCEGAH KERUSAKAN LINGKUNGAN,  Posko Hijau ( Kelola Sampah Berbasis Komunitas): FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 47 Tahun 2014 Tentang PENGELOLAAN SAMPAH UNTUK MENCEGAH KERUSAKAN LINGKUNGAN

Referensi Bacaan Sonson Garsoni Marketing Network

Video Sonson Garsoni Marketing Network

Loading...

Video Sonson Garsoni Marketing Network

Loading...
There was an error in this gadget

Diskusi Marketing Network

Sonson Garsoni Line Of Business

Sonson Garsoni Line Of Business
Sonson Garsoni, pada awalnya mendirikan jasa konsultansi manajemen, pertanian, lingkungan dan pemasaran, tahun 1985 di kota Bogor Indonesia. Disamping menjalankan layanan tersebut, lebih dari 15 tahun terakhir, melakukan penelitian aksi (action research) berupa kegiatan penguatan dan pendampingan usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi (UMKM). Mentrasfer informasi (Standar Produk, Cara Produksi, Trend Permintaan Pasar, Kemasan Produk) serta pendampingan usaha - dalam menguatkan kinerja pemasaran para Usahawan. Kapasitas pribadinya dalam penguasaan bisnis antara lain hasil olahan (makanan kecil), pupuk majemuk, pupuk tablet, komposter pengolah sampah organik, pupuk organik kompos, herbal - tanaman berkhasiat dan hasil pertanian sehat bebas kimia (BerSeka) lainnya seperti beras, teh hijau (Green Tea), kopi dan sejenisnya.

Dipercaya dalam Working Group on Agriculture (WGA) Indonesia - Belanda

Dipercaya dalam Working Group on Agriculture (WGA) Indonesia - Belanda
Kerjasama bilateral Indonesia dan Belanda mengikutsertakan Sonson Garsoni dari komunitas pengusaha pertanian, bersama Menteri Pertanian RI, mengikuti berbagai pertemuan merumuskan program bersama yang saling meguntungkan.

Mendapat Penghargaan Negara

Mendapat Penghargaan Negara
Penghargaan negara berupa Dharma Karya Kencana

Sonson Garsoni dan HKTI Nasional

Sonson Garsoni dan HKTI Nasional
Menjalin hubungan baik dengan Ir Siswono, Ketua Umum HKTI

Cari

Loading...